GIZI SEIMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19

Nama : Leni Yuniarti

NIM : 1022201027

Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H. Thamrin 

UAS Mata Kuliah Komputer Dasar

Dosen : Irwan Abdullah, S.Kom, MM

Makanan sehat dengan sumber gizi yang lengkap merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu kecukupan status gizinya sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan, perlu mendapat perhatian khusus. Asupan nutrisi yang tepat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan fisik tapi juga dapat mendukung kemampuan belajar dan aktivitas anak sehari-harinya. Status gizi yang baik dapat dicapai apabila anak mengonsumsi makanan dengan kandungan energi dan zat gizi sesuai kebutuhannya.

Dilansir dari Kompas.com, dimasa pandemi global Covid-19 tengah melanda lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Di tengah PSBB dan physical distancing, para ahli mengingatkan untuk menjaga kondisi gizi terutama kepada anak-anak. Berdasarkan data, anak-anak memang memiliki prevalensi minim untuk terinfeksi Covid-19. Namun Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Kirana Pritasari MQIH, mengatakan pemenuhan gizi bagi anak harus harus tetap diperhatikan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga imunitas agar terhindar dari infeksi penyakit termasuk Covid-19.

Pada suatu kesempatan , Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, menjelaskan pentingnya asupan gizi seimbang untuk mengatasi permasalahan kesehatan terutama pada situasi pandemi.

“Di tengah isu pandemi yang masih mengancam, pemenuhan gizi seimbang termasuk asupan pangan protein hewani menjadi kunci untuk menjaga kesehatan keluarga. Pangan protein hewani yang berkualitas salah satunya susu, memiliki asam amino yang lengkap dan berperan penting pada masa kehamilan dan pertumbuhan anak setelah masa ASI eksklusif, serta meningkatkan sistem imunitas,” terangnya.

Ia menjelaskan, asam amino lengkap disertai asam lemak dan penambahan asam folat, vitamin A, vitamin D, zink, zat besi, B kompleks pada susu akan memiliki manfaat penting bagi ibu dan pertumbuhan perkembangan janin. Selain itu nutrisi tersebut juga mendukung proses metabolisme tubuh.

Selain itu, pastikan juga keamanan pangan, dengan mengacu sesuai standar World Health Organization (WHO), antara lain cuci bersih tangan dengan sabun di air mengalir sebelum menyiapkan makanan atau bahan makanan dan mencuci bahan makanan yang akan diolah.

Misalnya daripada memesan layanan antar makanan atau makan di restoran, lebih baik uangnya dibelikan makanan yang sehat dan dimasak sendiri. Karena banyak dapat dijumpai bahan makanan bergizi dengan harga murah seperti telur atau sayuran misalnya.

Komentar